Selasa, 26 Juni 2012

Aku Ingin Berbagi


Ceurita 
Geutan-yoe............... .... Edisi :- Aku Ingin Berbagi....

“Ispirasi dari cerita ini dapat diambil Hikmah yang sangat besar semoga dapat kita aplikasikan dalam keseharian kita, Insya Allah”
 


 
Tidak ada sesuatu yang lebih luar biasa yang pernah dicapai ... kecuali oleh mereka yang berani untuk percaya bahwa sesuatu DI DALAM diri mereka
lebih hebat dari keadaan lingkungannya
(Bruce Barton)
Suatu hari di dalam kelas sebuah sekolah, di tengah-tengah pelajaran, Cikgu memberi sebuah pertanyaan kepada murid-muridnya, "Anak-anak, jika suatu hari kita berjalan-jalan di suatu tempat, di depan kita terbentang sebuah sungai kecil, walaupun tidak telalu lebar tetapi airnya sangat keruh sehingga tidak diketahui berapa dalam sungai tersebut. Sedangkan satu-satunya jembatan yang ada untuk menyeberangi sungai, tampak di kejauhan berjarak kira-kira setengah kilometer dari tempat kita berdiri."

"Pertanyaannya adalah, apa yang akan kalian perbuat untuk menyeberangi sungai
tersebut dengan cepat dan seLamat? Pikirkan baik-baik, jangan sembarangan
menjawab. Jawab
lah dengan memberi alasan kenapa kalian memilih jalan itu.
Tutiskan jawaban ka
lian di selembar kertas. Kita akan diskusikan setelah ini."
Seisi kelas segera ramai, masing-masing anak memberi jawaban  yang beragam. Setelah beberapa saat menunggu murid-murid menjawab di kertas, Cikgu segera mengumpulkan kertas dan mulailah acara diskusi. Ada sekelompok anak pemberani
yang menjawab: kumpulkan tenaga dan keberanian, ambil ancang-ancang dan lompat ke seberang sungai. Ada yang menjawab, kami akan langsung terjun ke sungai dan berenang sampai ke seberang.
Kelompok yang lain menjawab: Komi akan mencari sebatang tongkat ponjang untuk membantu menyeberang dengan tenaga lontaran dari tongkat tersebut. Dan ada pula yang menjawab: Soya akan berlari secepa fhya ke jembatan dan menyeberangi sungai, walaupun agak lama karena, jarak yang cukup jauh, tetapi lari dan menyeberang melalui jembatan adalah yang paling aman.-
Setelah mendengar semua jawaban anak-anak, Cikgu berkata, "Bagus sekali
jawaban kalian. Yang menjawab melompat ke seberang, berarti kalian mempunyai semangat berani mencoba. Yang menjawab turun ke air berarti kalian mengutamakan
Praktik. Yang memakai tongkot berarti kalian pintar memakai unsur dari luar untuk sampai ke tujuan. Sedangkan yang berlari ke jembatan untuk menyeberang berarti kalian lebih mengutamakan keamanan. Bapak senang kalian memiliki alasan atas jawaban itu. Semua jalan yang kalian tempuh adalah positif dan baik selama kalian tahu tujuan yang hendak dicapai. Asalkan kalian mau berusaha dengan keras, tahu target yang hendak dicapai, tidak akan lari gunung di kejar, pasti tujuan kalian akan tercapai. Pesan bapak, mulai dari sekarang dan sampai kapan pun, Kalian harus lebih rajin belajar dan berusaha menghadapi setiap masalah yang muncul agar berhasil sampai ke tempat tujuan. "
Jangan melarikan diri dari kesulitan.
Dalam kenyataan hidup, kita semua sebagai manusia selalu mempunyai masalah atau problem yang harus di hadapi, selama kita tidak melarikan diri dari masalah, dan Sadar bahwa semua masalah dan rintangan itu harus diatasi, melalui pola pikir dan cara-cara yang positif serta keberanian kita menghadapi semua itu, tentu hasitnya akan maksimal. Hanya dengan action dan belajar, belajar, dan action lagi. Manusia baru bisa mencapai pertumbuhan mental yang sehat dan meraih kesuksesan seperti yang di idam idamkan!
Sebuah Renungan :
Seseorang tidak akan pernah mengetahui sesuatu yang ada
pada dirinya sebelum ia pernah untuk mencoba,
namun
Banyak orang takut untuk mencoba ... karena selalu dibayangi
kegagalan didalam pikirannya.
Kegagalan hanyalah sebuah sukses yang tertunda, dan
Kegagalan kenikmatan yang dapat dirasakan bila
meIakukannya,.-'-.
مني لكم جميعا

 

 

Hajir Al_Asyi-------------------------


Jumat, 01 Juni 2012





Allah SWT menjadikan matahari bersinar, bulan bercahaya, dan ditetapkan-Nya tempat-tempat bagi perjalanan bulan, tiada lain agar kita mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu. Allah SWT menciptakan yang sedemikian itu bukan tanpa tujuan.
Terdapat banyak hikmah di balik tanda-tanda kekuasan-Nya itu. Di antaranya agar kita menghargai waktu. Caranya adalah dengan memanfaatkan waktu itu sebaik mungkin.
”Maka, berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan.” (QS Al-Baqarah: 148). Kata ‘berlomba-lombalah’ pada ayat di atas mengandung arti agar kita menggunakan waktu seoptimal mungkin. Semakin optimal menggunakan waktu, semakin banyak pula kebaikan yang kita perbuat.
Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman: ”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali-Imran: 133). Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan, bersegera menuju ampunan Tuhan berarti bersegera melakukan perbuatan yang dapat menutup dosa, yaitu mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Rasulullah SAW mengajarkan agar setiap Muslim menghargai waktu, utamanya waktu ‘sekarang’, karena waktu yang selalu tersedia bagi kesempatan itu ialah ‘sekarang’. ‘Sekarang’ adalah kesempatan yang terbaik.
”Apabila engkau berada pada petang hari, janganlah mengulur-ulur urusanmu sampai besok, dan apabila engkau berada di pagi hari, jangan menunda urusanmu sampai petang. Ambillah kesempatan waktu sehatmu sebelum datang sakit, dan kesempatan hidupmu sebelum matimu.” (HR Bukhari).
Dari sabda Rasulullah SAW di atas, kita dapat memahami bahwa mengulur-ulur waktu, menunda pekerjaan, dan menyia-nyiakan kesempatan sangatlah bertentangan dengan ajaran Islam. Kebiasaan mengulur waktu dan menunda kerja yang dilarang Rasulullah SAW itu jika diteruskan akan membuat umat Islam tertinggal dan lemah.
Muhammad Iqbal, seorang pujangga Muslim dari Pakistan, juga sering mengungkapkan dalam puisi-puisinya agar umat Islam bangkit dan menjauhi sikap bermalas-malasan dan tidak menghargai waktu. Karena barang siapa yang berleha-leha dan bermalas-malasan, maka dia akan ‘tergilas’.
Dalam kesempatan lain, Rasulullah SAW mengumpamakan waktu seperti sebilah pedang. Pedang merupakan sesuatu yang berguna sekaligus berbahaya. Apabila kita tidak bisa menggunakannya, maka dia yang akan memotong kita. Sejenak saja kita terlena dengan membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa sesuatu yang berarti di dalamnya, berarti kita tidak menghargai umur yang dikaruniakan oleh Allah SWT.


Hajir Al-Asyi..............




sejaraah masa Sebelum lahir Rasulullah Muhammad SAW


Nam retoeh thon leh nabi Isa 

Tan lee agama sinoe lam alam 
Di semah petoeng dengoen berhala
Iblis di puja kadengoen syaitan

Hana malee lee dum manusia 
Agam ngoen dara ka lagee hewan 
Hansoe turi lee hokum POETALLAH
Lam jaheliyah nibak masanyan

Hana peu sebab kadimupakee 
Kue eeh ngoen dengki koen wayang – wayang 
Minuman arak dengoen berendi 
Taruhan judi rata jeut simpang

Yang lepah sayang dum aneuk dara 
Kajeut kabudak barang belian 
Kajeut kebarang ureung meneukat 
Soe – soe yang meuhat di jak lee kenan 

Yang lagak – lagak yang tari – tari 
Ka di niet kueh di dalam cawan
Ka di niet kupie di dalam cipee
Oeh watee han lee di sempom sinan.